Harga emas Antam naik Rp66.000 dalam sepekan menjadi Rp2.884.000 per gram per Minggu 19 April 2026. Simak rincian fluktuasi dan harga buyback terbaru.
JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan tren positif sepanjang pekan ketiga April 2026. Meski bergerak fluktuatif, emas Antam berhasil membukukan kenaikan signifikan secara mingguan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Dikutip dari Kumparan, harga emas Antam secara kumulatif naik sebesar Rp66.000 per gram. Pada Senin (13/4), emas Antam sempat berada di level Rp2.818.000 per gram, namun ditutup stagnan pada Minggu (19/4) di posisi Rp2.884.000 per gram.
Berbeda dengan Antam, emas batangan di Galeri24 justru mencatatkan penurunan tipis secara mingguan. Harga emas Galeri24 turun Rp3.000 dari posisi awal pekan Rp2.876.000 menjadi Rp2.873.000 per gram pada akhir pekan ini.
Berikut adalah rincian fluktuasi harga emas Antam selama sepekan:
-
Senin (13/4): Rp2.818.000 (Turun Rp42.000)
-
Selasa (14/4): Rp2.863.000 (Naik)
-
Rabu (15/4): Rp2.893.000 (Naik Rp30.000)
-
Kamis (16/4): Rp2.888.000 (Turun tipis)
-
Jumat (17/4): Rp2.868.000 (Melemah)
-
Sabtu (18/4): Rp2.884.000 (Naik)
-
Minggu (19/4): Rp2.884.000 (Stagnan)
Dikutip dari Kumparan, harga buyback (beli kembali) emas Antam selama sepekan melonjak Rp96.000, dari Rp2.585.000 pada Senin (13/4) menjadi Rp2.681.000 per gram pada Minggu (19/4).
Anomali justru terjadi pada harga buyback Galeri24 yang merosot tajam sebesar Rp182.000. Dari semula Rp2.876.000 per gram di awal pekan, harga buyback Galeri24 terkoreksi ke level Rp2.694.000 per gram pada penutupan pekan ini.
Analisis Redaksi Asatunews Intelijen: Permintaan Kuat
Kenaikan harga emas Antam ke level Rp2.884.000 menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset safe haven masih sangat kuat di pekan ketiga April 2026. Yang menarik untuk diperhatikan adalah kenaikan harga buyback Antam sebesar Rp96.000, yang memberikan keuntungan lebih baik bagi investor yang ingin melakukan aksi ambil untung (profit taking).
Sebaliknya, anomali pada Galeri24—di mana harga jual hanya turun tipis namun harga buyback anjlok drastis Rp182.000—mengindikasikan adanya pelebaran spread (selisih harga) yang signifikan. Hal ini biasanya terjadi ketika penyedia ritel berupaya menekan arus keluar modal atau merespons proyeksi volatilitas harga di masa depan. Investor disarankan untuk lebih selektif dalam memilih platform penjualan kembali guna memaksimalkan imbal hasil investasi logam mulia mereka. ****
