🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaKOMODITASMinyakHarga Minyak Dunia Meroket 13 Persen Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Tembus...

Harga Minyak Dunia Meroket 13 Persen Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Tembus 82 Dollar AS per Barel

-

Harga minyak Brent melonjak 13% ke 82 dollar AS per barel hari ini (2/3/2026) imbas serangan AS-Israel ke Iran dan ancaman di Selat Hormuz. Simak dampak lengkapnya.

JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Pasar energi global langsung bergejolak hebat pada pembukaan perdagangan Asia, Senin (2/3/2026). Harga minyak mentah melonjak tajam menyusul eskalasi militer besar-besaran di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran sepanjang akhir pekan lalu.

Melansir data Investing.com, kontrak minyak mentah jenis Brent sempat terbang 13 persen ke level 82 dollar AS per barel. Jika dikonversi dengan asumsi kurs Rp16.807 per dollar AS, harga emas hitam tersebut kini setara dengan Rp1.378.174 per barel. Meski sempat terkoreksi tipis pasca lonjakan awal, premi risiko pasar tetap berada di level tinggi.

Lonjakan harga ini dipicu oleh kekhawatiran akut akan gangguan pasokan global. Serangan militer gabungan AS-Israel dilaporkan menyasar sejumlah titik vital di Iran, yang dikonfirmasi menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei serta beberapa pejabat tinggi negara.

Iran merespons dengan meluncurkan rudal balistik ke Israel dan sejumlah negara tetangga seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Situasi semakin kritis setelah adanya laporan serangan terhadap kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

“Dengan aksi balasan yang berkembang menjadi serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, ancaman terhadap pasokan minyak meningkat secara substansial,” tulis analis ANZ dalam catatan resminya, Senin (2/3/2026).

Selat Hormuz merupakan jalur urat nadi energi dunia, di mana sekitar 20 persen konsumsi minyak global melintasi perairan sempit tersebut setiap harinya. Gangguan pada jalur ini dipastikan akan memicu kelangkaan dan inflasi energi secara global.

Di sisi lain, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC+) telah menyepakati kenaikan produksi sebesar 206.000 barel per hari dalam pertemuan darurat pada Minggu kemarin. Langkah ini diharapkan dapat meredam sebagian tekanan harga di pasar.

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Para pelaku pasar kini bersiap menghadapi volatilitas tinggi sembari memantau perkembangan situasi keamanan di Selat Hormuz serta respons balasan lanjutan dari Teheran. ****

 

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London hingga taktik strategi di Premier League, kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Sentimen Geopolitik Memanas dan Efek Inflasi AS, Rupiah Ambles ke Level Rp 17.668 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah ditutup melemah di level Rp 17.668 per dolar AS (18/5/2026). Pengamat sebut dipicu oleh risiko inflasi energi AS dan eskalasi geopolitik global. Tekanan...

Cetak Rekor Baru Tembus 81.511 Dolar AS, Reli Bitcoin Dipicu Efek ‘CLARITY Act’ dan Short Squeeze Masif

Harga Bitcoin tembus rekor 81.511 dolar AS dipicu sentimen positif RUU CLARITY Act di Senat AS dan fenomena short squeeze masif senilai 71 juta dolar...

Krisis Timur Tengah Mulai Hantam Ekonomi Riil Korea Selatan, Indeks KOSPI Longsor 6 Persen

Menkeu Korsel Koo Yun-cheol sebut Krisis Timur Tengah mulai hantam ekonomi riil. Indeks saham KOSPI anjlok 6% dipicu inflasi dan aksi jual masif. Dampak rembetan dari...

Strategi Efisiensi Global, Starbucks Umumkan PHK 300 Karyawan Sektor Pendukung di AS

Di bawah strategi "Back to Starbucks", Starbucks umumkan PHK terhadap 300 karyawan sektor pendukung di AS dan berencana efisiensi operasional internasional. Raksasa jaringan kedai kopi global,...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

Dinamika Parlemen
Analisis Hukum & Peradilan
Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif