Investor Waswas Pengumuman MSCI, IHSG Ditutup Ambles ke Level 6.116
IHSG
MARKET CLOSE

INVESTOR WASWAS PENGUMUMAN MSCI, IHSG DITUTUP AMBLES KE LEVEL 6.116

Pelaku pasar memilih mengurangi risiko menjelang pengumuman MSCI. Tekanan jual meningkat di berbagai sektor sehingga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan sore ini.

IHSG PENUTUPAN 6.116
SENTIMEN PASAR BEARISH
FOKUS INVESTOR PENGUMUMAN MSCI
KONDISI PERDAGANGAN TEKANAN JUAL MENINGKAT
```
🔥 CRYPTO UPDATE: 🚀 BITCOIN (BTC): $92.450 (+1,52%) 💎 ETHEREUM (ETH): $3.850 (+0,85%) 🔸 BINANCE (BNB): $615,20 (-0,12%) ☀️ SOLANA (SOL): $185,45 (+2,10%) 💰 BTC/IDR: Rp 1,45 Miliar 📊 SENTIMEN: Extreme Greed (78)
MARKET WATCH
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
USD/IDR 17.150 (-0.45%) EUR/IDR 18.620 (-0.12%) OIL BRENT US$120.40 (+3.20%) GOLD US$4.185 (-1.15%) IHSG 7.120 (-0.85%) NASDAQ 18.420 (+0.55%) BITCOIN US$92.100 (+2.10%)
BerandaKOMODITASMinyakHarga Minyak Dunia Meroket 13 Persen Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Tembus...

Harga Minyak Dunia Meroket 13 Persen Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Tembus 82 Dollar AS per Barel

-

Harga minyak Brent melonjak 13% ke 82 dollar AS per barel hari ini (2/3/2026) imbas serangan AS-Israel ke Iran dan ancaman di Selat Hormuz. Simak dampak lengkapnya.

JAKARTA, ASATUNEWS.BIZ.ID – Pasar energi global langsung bergejolak hebat pada pembukaan perdagangan Asia, Senin (2/3/2026). Harga minyak mentah melonjak tajam menyusul eskalasi militer besar-besaran di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran sepanjang akhir pekan lalu.

Melansir data Investing.com, kontrak minyak mentah jenis Brent sempat terbang 13 persen ke level 82 dollar AS per barel. Jika dikonversi dengan asumsi kurs Rp16.807 per dollar AS, harga emas hitam tersebut kini setara dengan Rp1.378.174 per barel. Meski sempat terkoreksi tipis pasca lonjakan awal, premi risiko pasar tetap berada di level tinggi.

Lonjakan harga ini dipicu oleh kekhawatiran akut akan gangguan pasokan global. Serangan militer gabungan AS-Israel dilaporkan menyasar sejumlah titik vital di Iran, yang dikonfirmasi menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei serta beberapa pejabat tinggi negara.

Iran merespons dengan meluncurkan rudal balistik ke Israel dan sejumlah negara tetangga seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Situasi semakin kritis setelah adanya laporan serangan terhadap kapal-kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

“Dengan aksi balasan yang berkembang menjadi serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, ancaman terhadap pasokan minyak meningkat secara substansial,” tulis analis ANZ dalam catatan resminya, Senin (2/3/2026).

Selat Hormuz merupakan jalur urat nadi energi dunia, di mana sekitar 20 persen konsumsi minyak global melintasi perairan sempit tersebut setiap harinya. Gangguan pada jalur ini dipastikan akan memicu kelangkaan dan inflasi energi secara global.

Di sisi lain, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC+) telah menyepakati kenaikan produksi sebesar 206.000 barel per hari dalam pertemuan darurat pada Minggu kemarin. Langkah ini diharapkan dapat meredam sebagian tekanan harga di pasar.

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Para pelaku pasar kini bersiap menghadapi volatilitas tinggi sembari memantau perkembangan situasi keamanan di Selat Hormuz serta respons balasan lanjutan dari Teheran. ****

 

Endang Suherman
Endang Suhermanhttps://asatunews.biz.id
Pusat komando informasi Asatunews.biz.id. Dari fluktuasi Bitcoin di pasar London hingga taktik strategi di Premier League, kami menyaring ribuan informasi global untuk menyajikannya secara ringkas, akurat, dan berintegritas. Berpatokan pada prinsip 'Resilience Over Returns', kami memastikan informasi yang Anda terima adalah amunisi terbaik untuk navigasi di era ketidakpastian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Dilema Pasar Global: Sentimen Positif Inflasi AS Terganjal Amblesnya Saham Teknologi Asia dan Guncangan Selat Hormuz

Pasar saham global bergerak variatif. Sentimen positif dari melandainya inflasi AS terganjal oleh hancurnya saham teknologi Asia dan ketegangan militer di Selat Hormuz. Pergerakan bursa saham...

Pasar Komoditas Berguncang: Harga Emas Jatuh di Bawah Level Psikologis $4.000 Akibat Ketegangan Timur Tengah dan Sentimen Suku Bunga AS

Harga emas jatuh di bawah level psikologis $4.000 per ons imbas serangan AS ke target Iran yang melonjakkan harga minyak dunia. Simak detail pergerakan harga...

IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 6.041: Inflasi AS Mereda dan Komitmen Pajak Pemerintah Jadi Booster

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di posisi 6.041,97 pada sore ini. Simak ulasan sentimen global dari AS dan kebijakan pajak domestik di sini. Indeks...

Ketegangan Selat Hormuz Memanas: Harga Minyak Dunia Melesat ke $79, Pasar Saham Global Rontok Berjamaah

Eskalasi militer AS-Iran di Selat Hormuz memicu tekanan jual di pasar global. Harga minyak mentah Brent melonjak 4,1%. Simak dampaknya terhadap ekonomi Indonesia di sini. Pasar...

Popular

BAMSOETNEWS.COM

Referensi Utama

NAVIGASI
POLITIK &
HUKUM

Menyajikan berita aktual, tajam, dan terpercaya langsung dari jantung kebijakan nasional.

Dinamika Parlemen
Analisis Hukum & Peradilan
Update Ekonomi Nasional
Straight News • Faktual • Objektif