Pep Guardiola pastikan Erling Haaland fit hadapi Arsenal di Final EFL Cup. David Raya dijagokan Thierry Henry jadi Player of the Season. Simak berita selengkapnya.
LONDON, ASATUNEWS.BIZ.ID – Kabar baik menghampiri pendukung Manchester City menjelang laga krusial akhir pekan ini. Manajer Pep Guardiola mengonfirmasi bahwa striker andalannya, Erling Haaland, dalam kondisi fit dan siap diturunkan melawan Arsenal pada final EFL Cup di Stadion Wembley, Minggu mendatang.
Spekulasi mengenai kebugaran pemain asal Norwegia tersebut sempat mencuat setelah ia ditarik keluar pada menit ke-56 saat City kalah 1-2 dari Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Selasa lalu. Namun, Guardiola menegaskan bahwa pergantian tersebut bukan karena cedera.
“Erling Haaland tidak mengalami cedera,” tegas Guardiola. “Dia akan tersedia untuk menghadapi Arsenal di laga final.”
Meskipun City harus tersingkir dari Liga Champions, Haaland berhasil mencetak gol dalam laga tersebut. Gol tersebut merupakan koleksi ke-154 miliknya untuk The Citizens, yang membawanya melewati rekor Colin Bell untuk menempati posisi keempat dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub. Kini, ia hanya terpaut dari Sergio Aguero (260), Eric Brook (177), dan Tommy Johnson (166).
Dari kubu rival, kiper Arsenal David Raya mendapatkan dukungan besar dari legenda klub, Thierry Henry, untuk memenangkan penghargaan Player of the Season. Raya tampil memukau saat membantu The Gunners menyingkirkan Bayer Leverkusen di Liga Champions dengan total 21 clean sheet dari 40 pertandingan di semua kompetisi musim ini.
“Pria ini harus masuk dalam persaingan Player of the Season atas apa yang ia lakukan untuk Arsenal setiap saat,” ujar Henry kepada CBS Sports. Jika berhasil, Raya akan menjadi kiper pertama yang meraih penghargaan tersebut sejak Peter Schmeichel pada musim 1995/96.
Selain persaingan ketat, pekan ini juga diwarnai aksi simpatik dari bek Arsenal, William Saliba. Ia memberikan jersei pertandingannya kepada seorang ballboy sebagai permintaan maaf setelah sebelumnya sempat menendang bola ke arah kerumunan penonton saat merayakan gol kemenangan di laga melawan Chelsea.
Sementara itu, manajer Manchester United Michael Carrick juga memberikan kejutan bagi komunitas dengan memberikan penghargaan Premier League Community Captain kepada Mark Brent, seorang pelatih akar rumput yang telah berdedikasi selama bertahun-tahun di proyek Street Reds.
Sumber: Premier League
Head-to-Head Final EFL Cup: Adu Mekanik Erling Haaland vs William Saliba, Siapa Penguasa Wembley?
Final EFL Cup (Piala Liga) hari Minggu besok di Stadion Wembley tidak hanya sekadar perebutan trofi antara Manchester City dan Arsenal. Mata dunia akan tertuju pada duel individu paling dinantikan di Premier League saat ini: Erling Haaland melawan William Saliba.
Dua pemain ini dianggap sebagai representasi terbaik di posisinya masing-masing. Berikut adalah bedah kekuatan kedua bintang tersebut menjelang laga puncak:
Setelah dipastikan fit oleh Pep Guardiola, Haaland datang ke Wembley dengan ambisi besar. Musim ini, ia baru saja mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak ke-4 sepanjang masa Manchester City dengan 154 gol.
-
Kekuatan: Kekuatan fisik ekstrem dan penempatan posisi yang sulit ditebak.
-
Misi: Mengakhiri “puasa” golnya di laga besar setelah sebelumnya sempat kesulitan menembus pertahanan Real Madrid.
Di sisi lain, William Saliba sedang berada dalam performa puncak. Bersama David Raya di bawah mistar, Saliba menjadi alasan mengapa Arsenal memiliki pertahanan terbaik di liga musim ini.
-
Kekuatan: Ketenangan luar biasa dalam situasi satu lawan satu dan kemampuan membaca pergerakan lawan sebelum bola sampai ke kaki penyerang.
-
Misi: Mematikan ruang gerak Haaland seperti yang ia lakukan dalam pertemuan terakhir mereka di Emirates.
Sepanjang musim 2025/2026, David Raya (kiper Arsenal) telah mencatatkan 21 clean sheet, yang sebagian besar berkat kerja keras Saliba di depannya. Namun, Haaland tetaplah ancaman konstan yang bisa mencetak gol hanya dari satu peluang tipis.
Jika Saliba mampu menjaga jarak rapat dan tidak membiarkan Haaland melakukan sprint di ruang terbuka, Arsenal memiliki peluang besar untuk mengulang sukses mereka di kompetisi domestik. Namun, satu detik saja Saliba kehilangan fokus, Haaland siap menghukum dengan penyelesaian akhirnya yang mematikan.
