Harga minyak dunia hari ini (17/3/2026) melonjak tajam. Brent tembus US$104 per barel sementara WTI naik ke US$97. Cek dampak kenaikan terhadap harga BBM di sini.
DA NANG, ASATUNEWS.BIZ.ID – Harga minyak mentah dunia menunjukkan tren kenaikan signifikan pada sesi perdagangan Selasa (17/3/2026). Lonjakan harga pada dua jenis minyak acuan utama, WTI dan Brent, diprediksi akan memberikan tekanan besar pada penyesuaian harga bensin dan solar di pasar domestik pada periode mendatang.
Berdasarkan data pasar pagi ini pukul 06.00 waktu setempat, harga minyak mentah WTI berada di level US$97,63 per barel, meningkat sebesar US$0,79 atau sekitar 0,82% dibandingkan sesi sebelumnya.
Kenaikan lebih tajam terjadi pada minyak mentah Brent yang kini mencapai US$104,53 per barel. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar US$1,33 per barel atau menguat 1,30% dalam satu hari perdagangan.
Meski harga minyak dunia meroket, harga ritel bahan bakar minyak (BBM) domestik, khususnya di jaringan Petrolimex, terpantau masih menggunakan skema harga dari periode penyesuaian terakhir. Harga bensin RON95 dilaporkan tetap stabil meskipun pasar global sedang bergejolak.
Sebagai catatan, pada periode penyesuaian harga terbaru yang berlaku efektif sejak pekan lalu, terdapat fluktuasi pada beberapa jenis produk:
-
Bensin E5 RON92: Mengalami penurunan harga eceran menjadi 22.504 VND/liter.
-
Bensin RON95-III: Mengalami kenaikan tipis dengan harga eceran tidak melebihi 25.575 VND/liter.
-
Solar (Diesel 0.05S): Naik menjadi 27.025 VND/liter.
-
Minyak Tanah: Mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2.513 VND/liter ke posisi 26.932 VND/liter.
Kenaikan harga minyak mentah Brent ke atas level psikologis US$100 per barel ini menjadi peringatan bagi otoritas keuangan dan energi di berbagai negara. Tren kenaikan ini jika terus berlanjut dalam beberapa minggu ke depan, akan memaksa pemerintah untuk meninjau kembali harga jual eceran BBM guna menyesuaikan dengan biaya impor dan stabilitas fiskal.
Sumber: Bao Da Nang
